Monday, May 7, 2018

Bukan Masalah APA, tetapi SIAPA?


Halo, Pembelajar Hipnotis & NLP, Salam Dahsyat Luar Biasa.

Seseorang Rekan pembelajar Hipnosis mengeluh kepada saya, "Coach, Saya sudah berikan sugesti berdasarkan script yang coach kasih, saya coba dengan intonasi yang mirip dengan coach, tetapi mengapa tidak se-powerfull coach ya?"


Mungkin keluhan ini juga anda alami. Dalam topik yang lebih luas, pengertian sugesti ini tidak hanya terbatas pada bidang Hipnoterapi saja, tetapi bisa juga diartikan sebagai "Mempengaruhi Orang Lain" (Persuasif) terkait dalam bidang-bidang yang lain.

Intinya mengapa dengan Teknik Mempengaruhi Orang Lain yang sama, namun hasilnya bisa berbeda? hmm...

Back to topic,

Saat saya menerima pertanyaan tersebut, saya cuma bilang seperti ini, "Bayangkan ada dua orang wanita, yang satu istri anda, dan satu lagi wanita lain yang tidak anda kenal. Mereka sama-sama meminta untuk dibeliin Tas, dengan nada yang sama dan dengan script yang sama. Kira-kira Anda lebih mau memenuhi permintaan siapa?"



Istri sedang Merayu Suami


Jika anda masih jomblo, yah saya minta maaf, anda tidak perlu menjawab. he he he.

Yang bersangkutan menjawab, "Tentu Saja istri saya donk coach!"
Lalu saya tanya lagi, "Mengapa?"
"Karena Istri saya lebih galak - ntar saya gak bisa masuk rumah lagi, ha ha ha..", jawabnya.

Ini Bukan tentang APA, tetapi SIAPA

Sering sekali seseorang lebih melihat SIAPA (Who) yang berbicara daripada APA (What) yang dibicarakan.

Saya pernah melihat seorang Artis Internasional membuat status update di Facebook cuma dengan satu kata, yaitu: "hello", namun yang like, comment, bahkan yang share mencapai ribuan orang.

Di sisi lain, Saya juga pernah melihat seseorang buat status panjang-panjang, tapi yang like cuma satu orang dari ribuan temannya. Melihat tulisannya, bisa jadi dia memerlukan waktu cukup lama untuk menulisnya.

Di Perusahaan tertentu, banyak sekali yang saya temui bahwa saran dan masukan dari seseorang karyawan di level bukan managemen, sangat amat jarang untuk didengarkan, padahal orang-orang di level karyawan tersebutlah yang langsung berada di "lapangan". Sedangkan orang-orang di level management sering hanya berada di belakang meja dan hanya menganalisis dari laporan-laporan yang masuk ke dalamnya.

Yah, sekali lagi, ini bukan masalah "APA" tetapi "SIAPA" yang memberi saran.


Cara Kerja Filter Pikiran Bawah Sadar.

Pada dasarnya, Filter Pikiran Bawah Sadar lebih mendahulukan, SIAPA yang berbicara daripada APA yang dibicarakan. Jika Anda benci dan tidak suka terhadap orang tersebut (Faktor SIAPA-nya), maka apapun yang dikatakannya, bisa terlihat, terdengar dan terasa buruk bagi anda. Anda berusaha mencari bukti-bukti dan pemikiran yang bisa menyimpulkan bahwa orang tersebut memang buruk.

Sebaliknya, Jika anda sudah respek terhadap seseorang, Anda cenderung akan menghormati dan menghargai setiap kata-katanya. Tidak perduli apakah yang disampaikan benar (sesuai dengan kenyataan) atau tidak.

Pernah sahabat saya bercanda mengatakan, "bahkan bunyi kentut seorang Bill Gates bisa menginspirasi banyak orang."

Nah, Kabar Baiknya, jika anda sudah menjadi sosok SIAPA ini, setiap kata-kata anda selalu menarik untuk direspon banyak orang (baik dari sisi positif maupun negatif). Tetapi kabar buruknya adalah untuk menjadi SIAPA tersebut butuh waktu, tenaga dan perjuangan menjalani proses yang belum tentu singkat, DAN tidak semua orang sanggup menjalaninya.
.


"Menjadi SIAPA ini butuh waktu, tenaga dan perjuangan menjalani proses yang belum tentu singkat, DAN tidak semua orang sanggup menjalaninya" ~ Rezky Daniel

Semoga Bermanfaat
Salam Dahsyat Luar Biasa

©Rezky Daniel
- Certified International Hypnotherapist by IACT- USA 
- Founder smarthipnotis.com - Pusat Belajar Hipnotis Hipnoterapi Terbaik di Indonesia
- Founder klinikhipnoterapi.id - Klinik Hipnoterapi No.1 di Indonesia
Ingin Mengundang Beliau ke Instansi Anda? ataupun ingin mendapatkan Informasi Jadwal Pelatihan Hipnoterapi, NLP dan Coaching bersama Beliau? Silakan Hubungi Sekarang Juga: 0812-8446-0494 atau 0896-7370-0228
Via SMS TELP dan Whatsapp

Anda Menyukai artikel ini? Bagikan melalui :

Facebook Google+ Twitter
Join US