Thursday, January 5, 2017

Pernah Gagal Saat Menjalin Relasi dengan Kenalan Baru? Artikel ini jawaban untuk Anda (Part-I)


Salam NLPers!

Seorang teman curhat kepada saya dan mengatakan bahwa dia tidak memiliki teman, dia merasa susah bergaul dengan orang lain. Dia minta nasehat dari saya untuk mengatasi masalahnya. Nah mungkin Masalah ini adalah masalah anda juga.


Bisa Jadi anda pernah melihat seseorang dengan sangat mudah untuk akrab dengan kenalan baru. Namun ada juga orang yang terlihat canggung, dan kaku ketika memulai perkenalan, bahkan yang paling parah, ada yang langsung membuat kenalannya 'bad mood saat pertama kali kenalan.

Nah, ayo jujur, Anda termasuk yang mana? Apabila Anda termasuk orang yang mudah bergaul, maka artikel ini akan membuat anda makin jago lagi dalam bergaul dengan orang lain. Namun apabila anda termasuk yang kaku atau mudah membuat orang lain menjadi bad mood, maka artikel ini akan membantu anda. Teruskan membaca sampai habis.

Apa Pentingnya Menjalin Keakraban?

Begini, bayangkan saja anda ingin mencapai tujuan tertentu (misalnya negosiasi, kerja sama, atau pedekate dengan lawan jenis), hampir 99% (jika tidak mau dibilang 100%) membutuhkan peran dari orang lain. Kalau dia tidak kenal dengan anda, bagaimana mungkin dia mau melakukan sesuatu untuk anda.

Tak Kenal, maka Tak Sayang. Kalau Tak Pernah Sayang, maka Hidup Anda sungguh disayangkan! ~ Rezky Daniel

Dalam NLP, pemodelan dalam menjalin keakraban disebut dengan BUILDING RAPPORT (Membangun Keakraban). Karena pemahaman terhadap Building Rapport ini sangat Luas, maka kita akan membahasnya secara bertahap. Dalam artikel ini, saya akan berbagi dengan cara dan pendekatan yang mudah dimengerti dengan bahasa yang sederhana (I Promise, hehehe)


Building Rapport = Membangun Jembatan

Building Rapport di dalam NLP bisa dianalogikan seperti membangun jembatan, ketika kita ingin berkomunikasi dengan baik kepada seseorang. Why? Karena asumsinya saat terdapat dua orang yang tidak saling kenal, maka seperti terdapat jurang pemisah di antara mereka, sehingga diperlukan suatu penghubung untuk bisa menghubungkan mereka. Mirip seperti dua tempat yang dipisahkan jurang, agar anda bisa ke tempat tersebut, anda membutuhkan sebuah jembatan.

Saat membangun Jembatan Komunikasi, apa yang perlu ada di dalam mindset anda?

1. FOKUS kepada TUJUAN.


Di sini kita perlu mengetahui Siapa dan Dimana.

Siapa dalam arti, apakah orang tersebut adalah orang yang sibuk, orang penting, atau orang yang punya figur otoritas yang lebih tinggi dari kita atau sebaliknya, orang tersebut adalah orang yang berada pada "level" di bawah kita (seperti Direktur dengan Office Boy), atau juga ketika Orang Tua berbicara kepada seorang Anak-Anak.
Ambil beberapa waktu untuk mencari segala informasi terkait orang ini, seperti hal-hal yang disukai, kebiasaan, atau prestasinya sehingga kita tahu bagaimana nantinya harus bersikap dan punya bahan obrolan yang berkualitas yang akan membuat orang tersebut "impress" kepada anda, khususnya bagi seseorang yang menurut anda "level" nya berada di atas anda.






Dimana dalam arti, seberapa jauh Gap atau Jarak Pemisah antara kita dan orang tersebut. Gap di sini bisa termasuk otoritas, popularitas, kesibukan dan lainnya.
Apabila terlalu jauh, maka dipastikan membangun jembatannya akan lebih sulit dan lebih lama. Karena itu terkadang dibutuhkan kesabaran, waktu dan konsistensi untuk menjalin kedekatan ini. Apabila anda tidak sabar, atau terburu-buru, maka bukannya semakin dekat, malah orang tersebut bisa jadi ilfeel (ilang feeling) kepada Anda. Karena itu kedekatan butuh continutias atau keberlanjutan.


2. FOKUS pada KUALITAS.


Gambar 1. Jembatan Tali

Gambar 2. Jembatan Jalan

Jika anda disuruh menyeberang, anda akan memilih jembatan tali (gambar 1) atau jembatan jalan (gambar 2)? tentu saja Jembatan Jalan. Dari sini kita bisa melihat bahwa Jembatan yang berkualitas akan membuat seseorang akan tiba di tujuan dengan lebih cepat dan mudah. Selain itu, jembatan yang berkualitas akan membuat hubungan antar 2 tempat tersebut akan LEBIH AWET (tahan lama), serta tidak mudah untuk digoyangkan oleh angin atau tekanan lainnya.


Fokus Pada Kualitas!
Agar bisa membuat hubungan ini berkualitas, maka yang perlu anda pikirkan adalah, bagaimana caranya agar orang tersebut melihat bahwa berbicara kepada Anda bermanfaat (punya nilai tambah). Karena kalau tidak, maka bagi mereka, mengobrol dengan anda, hanya membuang-buang waktunya saja. 

Nah, sekarang pikirkan satu pertanyaan penting ini, "Apa manfaat yang akan diperoleh orang tersebut ketika berbicara dengan kita saat ini?" atau bisa menggunakan pertanyaan lain, "Apa hal yang bisa saya tawarkan kepada orang tersebut (yang bermanfaat), sehingga orang tersebut bersedia meluangkan waktunya lebih lama dengan saya?". Hal yang bermanfaat ini, tidak selalu berupa uang. Tetapi juga bisa dalam bentuk perhatian dan hal-hal yang membuat teman bicara kita senang.

Jika anda tidak tahu, maka jangan berharap orang tersebut akan peduli kepada anda.


Sekali lagi Fokus pada Kualitas, bukan DURASI!
Pernahkah Anda berbicara kepada orang lain, ketika anda ngobrol di 10 menit pertama, Anda masih nyaman, lalu tak terasa sudah 1 jam, anda mulai bosan. 1,5 jam, anda mulai tidak nyaman, namun karena anda masih mengharagai orang tersebut, maka anda enggan untuk mengakhiri pembicaraan, dan akibatnya anda pun merasa tersiksa sepanjang waktu, dan ketika obrolan berakhir, anda merasa bersyukut (thank God, It's over!). Lalu di perjalanan pulang, anda merasa menyesal karena mengobrol dengan orang tersebut hanya menghabiskan waktu saja. Hal ini mengakibatkan ketika diajak ketemuan lagi, maka anda akan berpikir dua-tiga kali untuk menerima ajakannya. Setuju atau Sangat Setuju?

Durasi tidak mencerminkan kualitas, tetapi apabila komunikasi anda berkualitas, maka durasi tidak akan menjadi masalah lagi bagi anda. ~ Rezky Daniel


Semoga Bermanfaat ya..!
Silakan untuk dibagikan. Sharing is Caring!

....... bersambung ke part II >> coming soon!


Rezky Daniel
- International Certified Hypnotherapist
- Founder Smart Hypnotist Center

Ingin Mengundang Beliau ke Instansi Anda? ataupun ingin mendapatkan Informasi Jadwal Pelatihan Hipnoterapi, NLP dan Coaching bersama Beliau? Silakan Hubungi: 0812-8446-0494 atau 0896-7370-0228
Ingin Mengundang Beliau ke Instansi Anda? ataupun ingin mendapatkan Informasi Jadwal Pelatihan Hipnoterapi, NLP dan Coaching bersama Beliau? Silakan Hubungi Sekarang Juga: 0812-8446-0494 atau 0896-7370-0228
Via SMS TELP dan Whatsapp

Anda Menyukai artikel ini? Bagikan melalui :

Facebook Google+ Twitter
Join US