Monday, October 17, 2016

Persepsi tentang Hipnosis



Persepsi tentang Hipnosis


Banyak Proses Hipnosis gagal di lapangan disebabkan karena kurangnya atau tidak tepatnya pemahaman si klien atau subjek terhadap hipnosis itu sendiri. Ketidaktepatan pemahaman ini menyebabkan subjek atau klien terlanjut menyetujui pemahaman-pemahaman yang sebenarnya keliru. Pemahaman yang keliru ini disebut juga dengan Miskonsep.



Apa saja Miskonsep yang terlanjur beredar di masyarakat tentang Hipnosis?

- Hipnosis itu mengendalikan orang lain
- Hipnosis membuat orang lain menjadi hilang kesadaran
- Hipnosis membuat orang lain mengikuti apa saja yang kita sugestikan
- Hipnosis membuat orang lain lupa akan proses hipnosis yang sudah dilakukan
- Hipnosis menggunakan kekuatan Mistis atau kuasa gelap
- Dan lainnya (silakan tambahkan sendiri yaa?)

Mengapa kesimpulan-kesimpulan seperti ini bisa terjadi?


Sederhana...

Alur Proses berpikirnya adalah
Step1 : Informasi Masuk
Step2 : Filter Informasi yang ingin diolah lebih lanjut
Step3 : Analisis (Membandingkan dengan database pengetahuan yang sudah ada di pikiran)
Step4 : Simpulan

Simpulan-simpulan di atas bisa terjadi karena manusia menyimpulkan atau memaknai sesuatu tentu saja berdasarkan potongan informasi yang diperoleh baik dari media maupun dari orang lain, yang notabene tidak diyakini keakuratan informasi tersebut.

Contoh :
Anda mendapatkan laporan bahwa terjadi kejahatan karena dihipnotis. Korban mengatakan bahwa dia telah dihipnotis dan tidak sadar menyerahkan uangnya.

Apakah anda jamin informasinya akurat? karena pengalaman saya saat menangani kasus seperti ini di kepolisian, kebanyakan sebenarnya hanya berupa pencurian biasa akibat kelalaian si korban. Seperti pencuri meminta tolong untuk meminjam uang dari korban untuk mengambil uang di bank, lalu diiming-imingi imbalan yang besar. Si korban memberikan uang lalu si pencuri pergi dan tak kembali..

Lalu, Saat menganalisisnya, kita akan membandingkan dengan semua pengetahuan-pengetahuan yang sudah ada pada database atau bank data di pikiran kita.

Contoh:
Simpulan :
Wanita itu Cantik.. kok bisa? yah karena di database kita sudah memiliki pengetahuan akan kriteria wanita cantik seperti apa..

Contoh lain:Ada pertandingan sepakbola Tim A vs Tim B. Tim B bermain bukan dengan menendang bola, tapi dengan melemparnya..

Kita lngsung berkata bahwa Tim B curang..

Bagaimana kita bisa menyimpulkan curang? tentu saja karena di database kita sudah ada pemahaman bagaimana bermain sepakbola yang baik dan benar.. yaitu menendang bukan melempar (kecuali kiper).

Jadi simpulan yang benar tergantung pada dua faktor:
1. Akurasi Kebenaran Informasi yang diterima
2. Akurasi Kebenaran Pengetahuan yang ada pada database Pikiran..

kalau tidak benar di salah satu, dan kita tidak menyadari hal itu, maka simpulan yang diambil akan menjadi tidak benar..

Khusus untuk Akurasi Pengetahuan di database kurang cukup, pemahamannya jadi setengah-setengah, dan simpulannya juga menjadi kurang tepat.

Contoh:
Bagaimana anda menyimpulkan sebuah bangunan A itu kokoh?

lalu ada yang menjawab, fondasinya harus bagus.

ditanya lagi? kriteria bagus itu seperti apa? (yang jawab mulai bingung karena mereka bukan ahli fisika atau teknik sipil).

Nah begitu juga dengan persepsi Hipnosis yang muncul di masyarakat dimana kebanyakan terjadi karena ketidakpahaman mereka tentang hipnosis atau database tentang hipnosis masih kurang banyak.

Jadi wajar kan kalau simpulannya tidak benar?

Dalam pembelajaran berikutnya, saya akan mencoba membahas satu per satu pemahaman yang salah tentang Hipnosis. So stay tune ya?

Semoga bermanfaat


Rezky Daniel
- International Certified Hypnotherapist
- Founder Smart Hypnotist Center

Ingin Mengundang Beliau ke Instansi Anda? ataupun ingin mendapatkan Informasi Jadwal Pelatihan Hipnoterapi, NLP dan Coaching bersama Beliau? Silakan Hubungi: 0812-8446-0494 atau 0896-7370-0228

0 comments:

Post a Comment

Join US