Friday, October 16, 2015

Membongkar Rahasia Orang Lain Melalui Hipnotis

Halo Sobat Smart Hypnotist,

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan telpon dari seseorang yang meminta tolong kepada saya untuk menghipnotis pembantunya karena si penelpon yakin bahwa pembantunya adalah pencurinya namun merasa pembantunya tidak mengaku.


Beda lagi dengan seseorang istri yang pernah menelpon saya untuk mengetahui apakah sang suami punya selingkuhan atau tidak.

Mungkin anda yang merupakan praktisi hipnosis juga sering mengalami hal yang sama. Dan bagi anda yang masih awam terhadap hipnosis, maka melalui artikel ini, saya akan menjawab dari satu pertanyaan mendasar, "Apakah dengan Hipnotis bisa membuat orang lain jujur?" yah pertanyaan ini sama seperti keinginan kita untuk membongkar Rahasia seseorang melalui metode hipnotis. Apakah Bisa?


Tayangan Hipnotis di Televisi

Banyak salah persepsi mengenai Hipnotis, terlebih setelah menonton tayangan reality show di televisi. Di acara tersebut, si penghipnotis menghipnosis seseorang dan bertanya apa saja yang kemudian seluruh pertanyaan tersebut dijawab "jujur" oleh si suyet / klien / orang yang dihipnotis.

Acara ini juga yang kemudian menginspirasi banyak orang untuk belajar hipnosis, Yah agar memiliki kemampuan seperti ini juga. Mereka sudah membayangkan keluar dari tempat pelatihan, mereka bisa menghipnosis siapa saja, lalu bertanya apa saja dan kemudian akan mendapatkan jawaban "yang jujur" atas setiap pertanyaan mereka.

Benarkah demikian?


Hipnotis Panggung

Yah, bagi praktisi hipnosis, kita menyebutnya dengan istilah Hipnotis Panggung atau Stage Hypnosis. Yaitu menampilkan keterampilan Hipnosis untuk Menghibur orang lain atau penonton. Kemampuan Stage Hypnosis ini tidak lebih dari sekedar suatu pertunjukan untuk menghibur dengan bantuan kondisi hipnosis.

Ada banyak routine / pertunjukkan yang bisa ditampilkan, namun dalam artikel ini saya akan fokus hanya pada konsep Hypnosis for Interogating (Hipnosis untuk menginterogasi orang lain).

Saya akan memberikan sebuah logika pemikiran kepada anda, coba perhatikan pernyataan berikut ini:
"Apabila memang benar bahwa Hipnotis bisa digunakan untuk siapa saja untuk memberikan jawaban jujur, mengapa Para Ahli Hipnotis tidak pernah dipanggil menjadi Ahli Interogasi di pengadilan? Kan ini akan memudahkan perkara / sidang, tinggal hipnotis tersangka, lalu tanya apa saja, dan mereka akan menjawab "jujur" dan masalah selesai bukan?"

Mungkin ada yang mengatakan, "Yah bisa jadi karena belum diatur di dalam Undang-Undang saja.". Bukan karena itu, pembahasan tentang hal ini sudah pernah dilakukan, namun karena prinsip-prinsip dasar hipnotis memang mengakibatkan Hipnotis tidak bisa digunakan.

Mungkin ada juga yang mengatakan, "Kan pada saat hipnotis, orang tersebut tidak sadar, jadi tidak bisa dianggap sebagai bukti." ; ini juga jawaban keliru, karena dalam keadaan Hipnotis, seseorang tetap bisa menjaga kesadarannya kok, cuma mereka dalam keadaan yang lebih rileks dan terfokus.

Lalu mengapa?
Jawabannya mudah, karena Hipnotis tidak bisa digunakan untuk membongkar Rahasia Orang Lain.

Prinsip-Prinsip Dasar Stage Hypnosis

Berikut ini adalah beberapa Prinsip-Prinsip Stage Hypnosis dalam konteks interogasi :

1. Harus Bersedia
Yang dihipnosis harus bersedia. Apabila yang bersangkutan tidak bersedia maka, Hipnosis tidak bisa dilakukan, karena kemungkinan besar tidak akan berjalan efektif. Makanya ketika anda lihat di televisi, selalu si suyet diberikan pertanyaan, "Apakah Anda bersedia?" Kesediaan ini juga membuat Hipnosis akan berlangsung efektif apabila terdapat kerja sama yang baik antara si penghipnotis dengan suyet.

2. Kontrak
Apabila dilakukan secara professional, maka harus ada kontrak yang intinya, suyet bersedia mengikuti proses hipnosis tanpa ada penolakan, harus bersedia menjawab pertanyaan yang diberikan, dan segala akibat yang timbul dari jawaban suyet bukan tanggung jawab pihak panitia acara. Lalu keuntungan bagi suyet apa? tentu saja suyet akan mendapatkan fee / penghasilan tambahan. Jadi acara ini menjadi acara yang mutualisme (saling menguntungkan kedua belah pihak) kan? 

Khusus untuk point nomor 2 , biasanya dilakukan dibelakang acara (behind the scene), dan biasanya sebelum acara dilakukan.

3. Bebas Menjawab Apa Saja!
Sebenarnya suyet sudah siap tampil di depan acara/panggung. Hal ini dapat juga disimpulkan bahwa suyet sudah tidak terbebani lagi, dia sudah siap menjawab pertanyaan apa saja yang diberikan. Namun, pada prakteknya juga, saat acara berlangsung, suyet / subjek hipnotis masih bisa berbohong, masih bisa menolak untuk menjawab. Mengapa? Yah karena kebebasan untuk menjawab apa saja ada di tangan subjek/suyet/klien. Namun seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, karena subjek juga sudah menandatangani kontrak, yang bersangkutan sudah siap untuk menjawab apa saja pertanyaan yang diberikan, yah sekalian curhat atau meluapkan isi hati.

Lalu ada yang nyeletuk, "berarti jawaban yang diberikan, tidak bisa dipastikan jawaban jujur donk?" ;
Nah, oleh karena itulah, jawaban seseorang dalam kondisi hipnosis tidak bisa dijadikan sebagai bukti hukum karena validitas kebenarannya masih bisa diperdebatkan.

Selain prinsip di atas, ada juga keharusan dari Tim untuk memilih peserta. Yah setiap orang memiliki tipe-tipe yang berbeda beda dalam menerima sugesti. Nah, wajib hukumnya untuk mencari subjek atau suyet yang tergolong di dalam Tingkat Sugestivitas Tinggi, atau seseorang yang tergolong sangat cepat menerima sugesti. Untuk poin ini, saya akan menjelaskan di dalam kelas pelatihan yang biasa saya selenggarakan.

Perlu anda ketahui juga,
Hipnosis pada awalnya digunakan untuk membantu dalam penyembuhan masalah-masalah psikis dengan nama Hipnoterapi. Jika sudah masuk ke dalam Hipnoterapi, artinya klien yang datang juga kemungkinan adalah orang-orang yang sudah bersedia lahir batin untuk di hipnosis, dan yang bersangkutan juga cenderung tidak memiliki beban untuk mengungkapkan seluruh informasi tentang permasalahannya. Dengan bantuan kondisi hipnosis, terapis memberikan sugesti-sugesti positif yang bertujuan untuk mengedukasi kembali program-program yang ada di pikiran bawah sadarnya.

Back to topic,
Setelah mendapatkan pemahaman di atas, maka kita dapat memahami bahwa seorang pembantu yang sudah mencuri (asumsikan saja seperti itu) tidak akan bersedia untuk dihipnotis. Selain itu, apabila dipaksakan maka hipnotis juga tidak akan berjalan dengan efektif.

Intermezzo,
Anda pernah melihat pertunjukan sulap? saat rahasia atas triknya tidak ketahuan, penonton akan terus bertanya-tanya, ketika tidak mendapatkan jawabannya, kita langsung menyimpulkan bahwa dia menggunakan kekuatan gaib, sihir, dan lain-lain. Namun saat triknya diberitahu, kita cuma bisa geleng-geleng kepala, dan berkata, "Ooohh... begitu doank ya?"

Ini sama seperti Hipnosis. Ketika melihat di layar kaca seolah-olah hipnotis ini menampilkan sesuatu yang gaib / mistis, namun setelah dipelajari ternyata tidak seperti itu. Semua ada dasarnya. Tidak percaya? Silakan hadiri pelatihan yang saya selenggarakan.

Apabila artikel ini bermanfaat, silakan dishare ke teman-teman atau ke siapa saja dan sertakan sumbernya ya. Bagi yang bertanya silakan tulis di kolom komentar. Terima Kasih


Rezky Daniel
- International Certified Hypnotherapist
- Founder Smart Hypnotist Center

Ingin Mengundang Beliau ke Instansi Anda? ataupun ingin mendapatkan Informasi Jadwal Pelatihan Hipnoterapi, NLP dan Coaching bersama Beliau? Silakan Hubungi: 0812-8446-0494 atau 0896-7370-0228

4 comments:

Join US