Tuesday, May 5, 2015

Kemampuan untuk Membaca Pikiran - Part II

Halo Pembelajar Hipnotis,
Melalui artikel ini, kita akan belajar bersama bagaimana membaca pikiran orang lain dengan cara yang mudah dan sederhana.


Ini adalah artikel lanjutan dari Part I, apabila Anda baru pertama kali membuka artikel ini, silakan baca terlebih dahulu Part I di sini!

Apakah Seseorang bisa melakukan keterampilan untuk membaca pikiran orang lain???

Faktanya adalah..
Manusia itu tidak bisa membaca pikiran orang lain!
Yang bisa dilakukan adalah memprediksi proyeksi dari pikiran orang lain melalui perilaku ditunjukkan, baik secara verbal maupun non-verbal. Untuk memudahkan dalam pemaparan, kemampuan membaca proyeksi hasil dari pikiran ini kita tetap sepakati dengan "Mind Reading" atau Membaca Pikiran.

Bagaimana cara membaca Pikiran dengan Mudah?
Saya akan membagikan Langkah-Langkah Praktis untuk membaca Pikiran Orang Lain yang sangat mudah untuk diaplikasikan.


1. Lakukan Screening
Screening, mudahnya adalah mempelajari perilaku seseorang dengan cara  mengamati pola-pola perilaku yang terjadi. Pola identik dengan keterulangan dan keteraturan. Setiap orang mungkin memiliki pola-pola yang berbeda. Dalam mengamati pola tersebut harus dilakukan secara menyeluruh (dari ujung kaki sampai ujung kepala, jika perlu sampai ke pola nafas, dan sebagainya).
Untuk memudahkan melakukan screening saya akan memberikan dua contoh kasus.

Contoh 1 :
Saat menonton sebuah Film Action di Bioskop, Rini terlihat menonton sambil menggerak-gerakkan pahanya naik-turun kecil dengan cepat. Ada seseorang saat merasa antusias ketika menonton suatu film, yang bersangkutan menggerak-gerakkan kakinya dengan cepat naik turun. Namun, dalam kasus lain, menggerak-gerakkan kaki seperti itu menunjukkan bahwa orang tersebut mulai bosan. Untuk memahami kondisi yang benar, kita dapat melakukan pengamatan pola-pola lainnya, misalnya raut wajah. Apabila saat dia menggerak-gerakkan kaki lalu melihat jam atau sambil menguap berkali-kali, nah kemungkinan besar, orang tersebut dalam keadaan bosan. Ternyata Rini sambil menggerak-gerakkan kakinya, wajah yang bersangkutan terlihat sangat fokus menatap layar hampir tanpa berkedip, sesekali seperti ikut merespon dengan emosi-emosi tertentu. Dalam hal ini kita bisa membuat kesimpulan sementara bahwa Rini menonton dengan antusias.

Contoh 2 :
Kita melihat seseorang sedang berdiri di depan pintu sebuah gedung mall, sambil melihat jam berulang kali dan melihat kanan-kiri. Keseluruhan pola ini menunjukkan bahwa yang bersangkutan sedang menunggu sesuatu, ntah itu jemputan atau teman atau taxi. Persisnya apa kita mungkin tidak tahu, tetapi yang jelas dia sedang menunggu sesuatu!


2. Gunakan Bahasa Realita
Bahasa Realita itu dalam NLP sering disebut dengan Milton Model. Namun kita permudah saja, dengan menggunakan istilah Bahasa Realita. Bahasa Realita intinya bahasa yang bersifat universal dan kecenderungan untuk diterima sangat besar. Bisa jadi Bahasa Realita, seperti mengungkapkan sebuah "Fakta", yang sudah disepakati secara universal. Penyempaian bahasa Realita bisa melalui pernyataan atau pertanyaan.
Contohnya : "Setiap orang pasti ingin hidup sukses dan berkelimpahan." atau "Kamu mau Sukses, kan?" ; "Tidak ada kesuksesan yang instant" ; dll


3. Hubungkan Bahasa Realita dengan Hasil Screening.
Apabila sudah memahami pemakaian bahasa realita, maka kita bisa menyesuaikan atau menyusun bahasa realita yang cocok untuk hasil screening yang telah dilakukan sebelumnya. kita bisa lihat kembali contoh 1 di atas, Kita bisa menggunakan bahasa realita untuk membaca pikirannya dengan cara : "Kamu suka kan filmnya?" atau "Gimana Filmnya? Aku tahu kamu pasti suka banget ama filmnya."

Untuk contoh ke-2, saya akan memberikan contoh yang benar dan yang salah.
Contoh Salah : "Sedang nunggu taxi ya, mbak?" ==> belum tentu objeknya taxi.
Contoh Benar : "Sedang nunggu ya, mbak?".

Dalam contoh yang benar di atas, menggunakan pola bahasa deletion, yaitu ada potongan informasi yang dihilangkan (taxi). Namun contoh salah di atas bisa saja benar, jika anda memiliki tambahan informasi pada saat screening, misalnya: orang tersebut sudah beberapa kali melambaikan ke taxi yang lewat.


Selamat Mencoba!!!
Semoga Bermanfaat


Rezky Daniel
- International Certified Hypnotherapist
- Founder Smart Hypnotist Center

Ingin Mengundang Beliau ke Instansi Anda? ataupun ingin mendapatkan Informasi Jadwal Pelatihan Hipnoterapi, NLP dan Coaching bersama Beliau? Silakan Hubungi: 0812-8446-0494 atau 0896-7370-0228


0 comments:

Post a Comment

Join US