Tuesday, March 17, 2015

Mental Block Series 2 : Rendahnya Nilai Diri

Halo Sobat Pembelajar Hipnotis,

Saya akan melanjutkan Kelanjutan artikel berseri mengenai Mental Block, yang saya beri judul "Mental Block Series 2: Rendahnya Nilai Diri". Maksudnya apa? Sebelum saya menjelaskan maksud dari tulisan ini, ada baiknya anda membaca sejarah dari Fedex, yang saya kutip dari Tulisan sahabat Saya Mr. Victor Irawan, Pemilik salah satu perusahaan Developer Terbesar di Indonesia.

Inspirasi sejarah "Fedex"
Seorang mahasiswa ekonomi di Universitas Yale, Amerika, mendapat tugas untuk membuat sebuah makalah untuk bisnis. Di antara begitu banyak mahasiswa, hanya dia satu-satunya yang tertarik pada bidang pengiriman surat. 

Pada saat itu, 1960-an, pengiriman surat dan paket dilakukan lewat jalur pengiriman penerbangan komersial biasa, sehingga kecepatan pengiriman itu tergantung padat tidaknya rute penerbangan yang tersedia. Dan menurutnya hal ini tidaklah efektif.

Setelah sebulan mengadakan beberapa studi dan riset, dia menyimpulkan, bahwa untuk meningkatkan keamanan, kecepatan, dan mendeteksi posisi suatu kiriman, pengiriman surat maupun paket harus dilakukan dengan menggunakan pesawat milik perusahaan yang dikhususkan untuk barang.

Dengan penuh percaya diri, yakin konsepnya bakal mendapat nilai tinggi, dia menyerahkan hasil makalah itu kepada dosennya. Tetapi betawa kecewanya dia, setelah membacanya, dosennya mengatakan bahwa itu sesuatu yang tidak menarik dan tidak masuk akal. Dia mendapat nilai C untuk makalah itu.

Sang mahasiswa itu, dongkol, dia merasa telah mencetuskan suatu ide cemerlang, yang bisa meningkatkan sistim pengiriman surat dan paket, YAKIN itu bukan IDE asal asalan belaka. Dengan keyakinan tinggi itu, dia bertekad untuk mewujudkan idenya itu, walaupun ditentang oleh dosen dan teman-temannya.

Tahun 1971, mahasiswa ini, Fred Smith, mulai merintis bisnisnya dalam pengiriman surat dan paket. Lambat-laun, bisnisnya berkembang. Dia menamakan perusahaannya Federal Express atau lebih dikenal Fedex itu, kini telah menjadi perusahaan pengiriman surat dan paket terbesar di dunia saat ini, yang banyak memakai pesawat khusus barang milik mereka sendiri.

Dari hanya sebuah makalah kecil, telah bertumbuh menjadi raksasa, kini tercatat Fedex mempunyai lebih dari 700 pesawat barang, lebih dari 80.000 kendaraan dan mempekerjaan lebih dari 300 ribuan karyawan.

Fred Smith selalu berkata di depan umum, bahwa dia sangat bersyukur pada dosennya, yang menentang idenya, telah menjadi motivasi pada dirinya untuk membuktikan idenya itu benar dan cemerlang.


Apa itu Nilai Diri?
Sebelum kita memahami apa itu nilai diri, kita harus mengetahui apa itu konsep diri (self-concept).
Berdasarkan pengertian yang disadur dari Wikipedia, Konsep diri adalah

  • Pandangan dan sikap individu terhadap diri sendiri.
  • Pandangan diri terkait dengan dimeni fisik, karakteristik individual, dan motivasi diri.
  • Pandangan diri tidak hanya meliputi kekuatan-kekuatan individual, tetapi juga kelemahan bahkan juga kegagalan dirinya.
  • Konsep diri merupakan inti dari kepribadian individu.
  • Inti kepribadian berperan penting untuk menentukan dan mengarahkan perkembangan kepribadian serta perilaku individu.

Konsep diri intinya seberapa jauh anda mengenal diri anda sendiri secara keseluruhan.
Misalnya saya memberikan 5 (lima) pertanyaan sederhana (dan anda bisa tambahkan sendiri) :
1.Anda pemarah atau Bukan?
2.Anda orang yang cepat putus asa atau bukan?
3.Anda orang yang periang atau bukan?
4.Anda pintar bermain sepakbola atau tidak?
5.Anda pintar bermain musik atau tidak?

Jika jawabannya atas seluruh pertanyaan di atas adalah:
1. Ya
2. Tidak
3. Iya
4. Tidak
5. Iya

Jadi secara sederhana, anda memiliki konsep diri sebagai orang yang pemarah, namun tidak cepat putus asa, periang, pintar bermain musik namun tidak pintar bermain sepakbola.

Lalu apa hubungannya dengan nilai diri (self-value)?
Nilai diri adalah sebuah apresiasi atau penghargaan terhadap konsep diri. Nilai diri terkait mengenai masalah Penting atau tidak penting, berharga atau tidak berharga.

Jika kita mengambil contoh diatas,
maka konsep diri anda adalah :
1. Pemarah = objek penilaian : marah
2. Tidak cepat putus asa = objek penilaian : sikap putus asa
3. Periang = objek penilaian : sikap riang
4. Tidak pintar bermain sepakbola = bermain sepakbola
5. Tidak pintar bermain musik. = bermain musik

Jika kita memasukkan nilai diri, maka kita kita bisa memberikan nilai 1-5, dimana : 1 adalah Sangat Tidak Berharga dan Tidak Penting ; dan 5 adalah Sangat Berharga dan Sangat Penting. Sedangkan 2 sampai 4 diantaranya.

Misalkan saja, kita memberikan penilaian sebagai berikut:
1. Pemarah : 1
2. Sikap Putus Asa : 1
3. Periang : 3
4. Bermain sepakbola : 5
5. Bermain musik : 2

Artinya apa?
1. Anda menilai bahwa perilaku pemarah adalah perilaku yang sangat tidak penting dan tidak berharga. Namun pada faktanya, anda adalah orang yang pemarah. Artinya anda sebenarnya tidak menyukai konsep diri anda sendiri sebagai seorang pemarah, dan anda sebenarnya tidak ingin menjadi seorang pemarah, namun kenyataannya anda adalah seorang pemarah. Ini akan membuat Anda akan berusaha sebisa mungkin untuk menyingkirkan konsep diri ini.
2. Anda menilai bahwa Sikap Putus Asa adalah perilaku yang sangat tidak penting dan tidak berharga, meskipun secara nyata andalah orang yang tidak cepat putus asa. Apa yang terjadi? anda tidak memberikan penghargaan terhadap konsep diri ini. Pada akhirnya, ini seperti akar yang akan cepat lapuk, tinggal menunggu waktunya, anda akan menjadi pribadi yang berubah menjadi cepat putus asa, dan anda tidak peduli dengan sikap itu nantinya. Jika itu yang terjadi, anda akan berkata? ngapain diubah, mungkin sudah dari sananya atau jangan-jangan ini adalah takdir.
3. Anda adalah seorang yang periang, namun anda tidak memberikan nilai diri yang tinggi terhadap nilai riang ini, jadi anda dapat mengatakan periang atau tidak periang yah tidak begitu berpengaruh dalam hidup anda.
4. Anda tidak pintar bermain bola, tapi anda menganggap hal ini adalah suatu hal yang penting dan bernilai. Apa yang terjadi? Anda akan melihat proses belajar di sini, dimana anda akan berusaha mengubah konsep diri anda dari tidak pintar bermain bola menjadi seorang yang pintar bermain bola.
5. Anda sangat pintar bermain musik, tapi anda kurang menghargainya sebagai konsep diri yang bernilai. Apa yang terjadi? yah, anda tidak memiliki gairah untuk mengembangkan bakat anda di dalam musik ini.

Apa Pentingnya Nilai Diri?
Nilai Diri (Self-Value) akan membuat anda harus atau tidak harus berubah. Inilah Inti dari MOTIVASI. Jika anda menilai diri anda dengan tinggi terhadap salah satu konsep diri maka anda memiliki motivasi yang kuat juga.

Cristiano Ronaldo, Pesepak bola Terbaik Tahun 2014
Nilai diri tidak sekedar hitungan matematis di atas kertas seperti di atas, tapi harus dilihat dari praktiknya. Kita ambil contoh pesepak bola terkenal, Cristiano Ronaldo, pesepakbola asal Portugal yang saat ini bermain untuk Club Real Madrid. Sudah menjadi hal biasa bagi diri dia untuk datang ke tempat latihan lebih cepat dibandingkan yang lain dan pulang lebih lama dari tempat latihan dibandingkan yang lain. Saat berlatih tendangan bebas, dia akan selalu meminta kiper terbaik untuk menemaninya latihan. Keseriusan tidak sampai di situ, Cristiano Ronaldo sangat memperhatikan asupan makanannya, bahkan dia mempekerjakan Chef pribadi yang khusus mengatur pola makannya. Cristiano Ronaldo juga terkenal tidak menyukai kehidupan malam ataupun kehidupan dari minuman beralkohol. Maka Tidak heran Pria kelahiran Tahun 1985 ini tercatat sebagai pesepakbola termahal di dunia dan meraih penghargaan Pesepakbola Terbaik sebanyak tiga kali.

Cristiano Ronaldo dapat dikatakan memiliki nilai diri yang sangat tinggi atas konsep dirinya terlebih di dunia sepakbola, tidak sekadar mengatakan menjadi terbaik itu penting, tapi mengusahakannya jauh lebih penting.

Begitu juga dengan Fred Smith, pendiri Federal Express. Betapapun Dosennya meremehkan atau tidak menghargai pemikiran Fred, tidak membuat Fred putus asa ataupun menyerah. Mengapa? yah sekali lagi itu karena Nilai Diri. Fred memiliki nilai diri yang kuat atas keyakinannya.

Selama kita bisa memiliki nilai diri yang tinggi, maka kita akan membuat diri kita akan memperjuangkan prinsip-prinsip hidup kita. Tanpa adanya nilai diri yang tinggi, kita tidak akan memiliki motivasi diri untuk melangkah maju.

William Hazlitt mengatakan : “Jikalau Anda yakin Anda akan menang, Maka Anda akan menang”.
Saya juga sering mengatakan kepada diri saya sendiri. "Saat orang lain tidak menghargai diri anda, itu tidak akan berpengaruh apa-apa. Tapi jika anda tidak menghargai diri anda sendiri, maka anda akan hancur."

Jadi, apakah anda sudah memiliki nilai diri yang tinggi terhadap diri anda sendiri?
Apa buktinya? Jika belum, masih ada waktu untuk membuktikannya. Lebih baik telat untuk berubah daripada tidak sama sekali.

semoga bermanfaat,


Rezky Daniel
- International Certified Hypnotherapist
- Founder Smart Hypnotist Center

Ingin Mengundang Beliau ke Instansi Anda? ataupun ingin mendapatkan Informasi Jadwal Pelatihan Hipnoterapi, NLP dan Coaching bersama Beliau? Silakan Hubungi: 0812-8446-0494 atau 0896-7370-0228
Join US