Thursday, May 8, 2014

Benarkah Dirimu Sudah Memaafkan Orang yang Pernah Menyakiti Hati Anda? Buktikan dengan Cara Ini!


Memaafkan? Apakah kita bisa mengetahui apakah seseorang sudah benar-benar memaafkan orang tersebut atau belum? Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya akan mengulas pengalaman saya ketika menangani salah seorang klien.


Saya pernah memiliki klien seorang perempuan, Ia datang ke tempat saya dan mengeluh bahwa Ia frustasi karena keinginannya untuk mencari pasangan serius terkendala sebab yang bersangkutan tidak memiliki hasrat atau gairah tertentu pada saat menjalin hubungan dengan seorang pria. Lalu saya melakukan konseling kepadanya dan setelah melalui penggalian akar permasalahan secara intens, saya menemukan bahwa sumber masalahnya adalah klien saya memiliki sakit hati dengan level emosi yang sangat kuat kepada seorang pria yang dulu adalah 'mantan' kekasihnya. Klien saya mengatakan bahwa mantannya berselingkuh hingga menghamili perempuan lain. Pada saat klien saya mengatahui perselngkuhan ini, ternyata mereka sudah merencanakan akan menikah 2 bulan lagi. 

Lalu klien saya mengatakan setelahnya bahwa dia sudah memaafkan pria tersebut dan sudah mendoakan kebahagiaan mereka. Apabila seorang terapis yang belum berpengalaman kecenderungan akan percaya begitu saja terhadap perkataannya.

Tapi pada saat itu saya bisa meyakini bahwa pernyataan itu belum tentu pernyataan yang benar-benar berasal dari pikiran bawah sadarnya. Saya menggunakan sedikit teknik provokasi untuk lebih mengetahui apakah terkandung emosi di dalamnya, klien itu mungkin kurang menyadari emosi tersebut dalam berbagai kesempatan ia masih terus menceritakan dan menyimpulkan secara tersirat bahwa mantannya adalah seorang pria jahat. Namun apabila ditanya kembali, "Anda masih marah ya padanya", klien ini dengan "bijak" menjawab, "Ah.. tidak ada gunanya marah. Masa lalu biarlah berlalu. Kita harus move on."

Namun... sebagai terapis saya tahu klien ini masih memendam perasaan marahnya. Bila benar masalah sudah selesai maka tidak lagi ada kepentingan untuk terus mengungkit apa yang telah terjadi. Seseorang hanya akan terus mengungkit hal yang sama berkali-kali bila memang ini belum selesai. Dan perilaku ini didorong oleh pikiran bawah sadarnya. Benar kita harus move on. Namun kalau sudah tahu belum bisa move on tetap bersikeras merasa sudah move on, ini namanya tidak jujur diri.

Selanjutnya, saya membawa klien saya ke dalam kondisi trance yang sangat dalam, dan dengan cepat sudah terjadi revivikasi dan abreaksi dimana si klien, menangis hingga mengeluarkan kata-kata yang sangat kasar bahkan membawa ikut serta berbagai jenis binatang yang ada. Bagi yang belum tahu, Revivikasi adalah sebuah kondisi seseorang mengalami kembali (revive) suatu kejadian yang telah terjadi dengan tingkat emosi tertentu. Sebelumnya, Saya sudah memprediksikan hal ini akan terjadi.

Lalu dengan teknik Forgiveness Therapy, saya membantu merelease emosi tersebut dan membingkainya kembali sehingga klien tersebut benar-benar memaafkan orang tersebut sekaligus dan melepaskan beban berat yang ada di tubuh dan pikirannya, selanjutnya saya gunakan berbagai teknik terapi lainnya yang bertujuan untuk melakukan pemrograman kembali bahwa tidak semua pria jahat, pasti ada seorang pria yang sayang kepada diri klien ini.

Seusai terapi, si klien mengatakan bahwa tubuhnya menjadi benar-benar ringan, dan dia sekarang bisa tersenyum sambil berkata dengan mantab, "saya sangat beruntung tidak jadi menikah dengan dia, Tuhan sangat baik karena tidak membiarkan diriku celaka."

Hebat sekali!! dari yang awalnya itu adalah pengalaman traumatik, sekarang menjadi salah satu pengalaman terbaik dan paling berharga selama hidupnya. Klien tersebut berterima kasih kepada saya dan saya mengatakan bahwa perubahan itu terjadi karena kesungguhan dari klien itu sendiri, terapis hanya membantu saja, sebenarnya si klien lah yang hebat dan luar biasa.

Apakah ada diantara kita yang masih menyimpan kepahitan terhadap seseorang yang pernah menyakiti hati anda. Mungkin anda mengatakan sudah memaafkan atau sudah bisa move on. Tapi percayalah itu hanya pada level pikiran sadar. Untuk membuktikannya, silakan lakukan beberapa pengujian dengan cara berikut ini :

Pengujian Pertama :
Ambil posisi duduk yang nyaman dan tutup mata anda. Lakukan rileksasi selama kurang lebih 1 menit sampai anda sudah benar-benar merasa nyaman. Selanjutnya coba katakan dalam hati dan munculkan bayangan orang yang pernah menyakiti kita tersebut. Lihat dan perhatikan detak jantung kita dan nafas kita, apakah temponya makin meningkat? apakah mulai muncul perasaan tidak nyaman atau emosi tertentu? atau bisa juga apakah muncul kata-kata tertentu yang sifatnya tidak memberdayakan? seperti muncul teriakan atau kata-kata dalam hati seperti : benci, kesal, kecewa, dll.

Jika perasaan tersebut muncul, katakan dalam hati, "Aku adalah pengendali pikiran dan perasaanku, aku memaafkan engkau dan aku mengasihi engkau dengan sepenuh hatiku dan tanpa syarat. Memaafkanmu adalah bukti kedewasaan yang kuat di dalam diriku dan aku sekarang bahagia." katakan hal tersebut berulang lagi.. resapi kata demi kata tersebut dan berhenti sampai anda benar-benar merasakan suatu perasaan yang sangat nyaman dan tenang.


Pengujian Kedua :
Apabila pengujian pertama sudah dilewati, kita harus mengujinya kembali, Selanjutnya coba bayangkan dan munculkan kembali kejadian dulu yang pernah terjadi seperti benar-benar nyata di pikiran anda. Lihat kembali kejadian tersebut dan lakukan adegan ulang peristiwa tersebut. Apabila saat melakukannya perasaan anda menjadi tidak nyaman atau detak jantung dan nafas makin cepat, itu adalah indikasi bahwa masih terdapat emosi yang muncul di dalam pikiran bawah sadar anda. 

Jika perasaan tersebut muncul, katakan kembali di dalam hati, "Aku adalah pengendali pikiran dan perasaanku, aku memaafkan engkau dan aku mengasihi engkau dengan sepenuh hatiku dan tanpa syarat. Memaafkanmu adalah bukti kedewasaan yang kuat di dalam diriku dan aku sekarang bahagia." katakan hal tersebut berulang lagi.. resapi kata demi kata tersebut dan berhenti sampai anda benar-benar merasakan suatu perasaan yang sangat nyaman dan tenang.

Apabila sudah, sekarang buka mata anda, dan lihat perbedaannya, jika anda telah melakukannya dengan benar, maka anda akan merasakan perasaan yang "plong" dalam pikiran anda.


Selamat Mencoba dan semoga bermanfaat.



Salam Hipnotis
Dahsyat Luar Biasa.


Rezky Daniel
- International Certified Hypnotherapist
- Founder Smart Hypnotist Center

Ingin Mengundang Beliau ke Instansi Anda? ataupun ingin mendapatkan Informasi Jadwal Pelatihan Hipnoterapi, NLP dan Coaching bersama Beliau? Silakan Hubungi: 0812-8446-0494 atau 0896-7370-0228
Ingin Mengundang Beliau ke Instansi Anda? ataupun ingin mendapatkan Informasi Jadwal Pelatihan Hipnoterapi, NLP dan Coaching bersama Beliau? Silakan Hubungi Sekarang Juga: 0812-8446-0494 atau 0896-7370-0228
Via SMS TELP dan Whatsapp

Anda Menyukai artikel ini? Bagikan melalui :

Facebook Google+ Twitter
Join US