Tuesday, February 18, 2014

4 Hal yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Hipnotis

Belajar Menjadi seorang Hipnotis Professional adalah sebuah profesi yang membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar. Diperlukan konsistensi dalam melatih kemampuan yang anda peroleh baik belajar secara otodidak (melalui e-book, buku, youtube, dan lain-lain) atau bagi anda yang sudah mengikuti Pelatihan Hipnosis dan Hipnoterapi baik yang bersertifikasi maupun yang tidak.


Pada kesempatan kali ini, saya akan memberitahu 4 hal yang harus dimiliki oleh Seorang Hipnotis. Tentunya kita sepakat bahwa hal-hal yang anda baca di artikel ini tidak mengurungkan niat anda untuk mengetahui hal-hal lainnya.

Keempat hal berikut ini saya rangkum berdasarkan pengalaman saya pribadi di dalam menggeluti dunia hipnosis dan hipnoterapi.

1. Pemahaman mengenai Konsep Hipnosis
Hal ini terlihat sepele, namun berakibat fatal apabila seorang hipnotis memiliki pemahaman yang kurang tepat mengenai hipnosis itu sendiri. Masih banyak saya jumpai para pembelajar hipnosis yang mengaku master hipnotis, tapi masih belum memahami apakah dalam keadaan hipnosis, seorang subjek hipnosis mengalami kondisi yang tidak sadar atau masih memiliki kesadaran. Selain itu, Seorang Hipnotis juga harus mampu memberi gambaran kepada masyarakat luas bahwa hipnosis adalah sesuatu yang tidak berkaitan dengan hal-hal mistis, sehingga dapat memperbaiki citra "hipnosis" di mata masyarakat.

2. Fleksibilitas
Apa maksudnya fleksibilitas? fleksibilitas adalah sebuah kemampuan seorang hipnotis untuk menyesuaikan diri dengan subjek hipnosis dan keadaan sekitarnya. Hal ini merupakan sebuah DASAR yang HARUS dimiliki seorang hipnotis ketika berhadapan dengan subjek hipnosis. Bagi anda para hipnoterapis pasti sudah menyadari bahwa tipe setiap subjek hipnosis berbeda-beda, bahkan sulit kita temui yang memiliki kondisi yang sama persis. Hal ini nantinya akan berkaitan dengan cara kita bersikap serta teknik sugesti yang akan kita berikan. Suatu kali saat saya baru pertama kali mempelajari hipnosis, saya dengan yakinnya bahwa orang tersebut adalah subjek dengan tingkat sugestivitas yang tinggi (artinya : orang tersebut memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menerima sugesti). Lalu memang benar, seperti sebelum-sebelumnya, saya melakukan induksi cepat, lalu saya lakukan deepening (untuk memberikan level trance yang lebih dalam). Saya menggunakan teknik eskalator. Lalu apa yang terjadi? ternyata subjek langsung bangun tiba-tiba dengan keadaan ketakutan. Saya penasaran lalu bertanya apa yang terjadi. Jawabnya bahwa yang bersangkutan pernah memiliki trauma jatuh dari eskalator sehingga membuat yang bersangkutan seperti mengalami kembali kejadian tersebut (dalam hipnosis istilah ini disebut revivikasi). Oleh karena itu kita jangan terlalu kaku dengan satu teknik saja, kita harus lebih fleksibel untuk menyesuaikan dengan tipe subjek. Pernah juga saat saya menterapi seorang klien, saya awalnya melakukan induksi progresif dan deepening, tapi belum juga mencapai trance yang saya perlukan, lalu sesaat kemudian, saya meminta klien membuka matanya dan menanyakan kendalanya. Kendalanya dia merasa tidak nyaman jika menutup mata dengan keadaan lampu yang menyala terang. Saya tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya, lalu saya redupkan lampu di ruangan klinik dengan kondisi yang membuat klien nyaman, dan ajaibnya, klien langsung memasuki kondisi deep trance dalam waktu yang sangat cepat. Semakin jelaslah bahwa kemampuan yang lebih fleksibel akan membuat anda dapat menjadi seorang hipnotis yang handal.

3. Kreativitas.
Tahukah anda, bahwa pertunjukkan hipnosis yang sering ditampilkan di televisi adalah sebuah kemampuan hipnosis yang sangat sederhana yang dapat dipelajari dalam waktu singkat, bahkan dalam hari pertama pelatihan yang saya laksanakan. Tapi, kenapa tidak semua orang mampu seperti mereka? Jawabnya adalah kreativitas. Benar sekali, Kreativitas berasal dari kata dasar "kreatif" yang artinya kemampuan daya cipta (dari KBBI). Kemampuan daya cipta, termasuk di dalamnya adalah kemampuan untuk menciptkan suatu seni pertunjukan hipnosis (routine) seperti memilih ide permainan, cara memilih subjek hipnosis, teknik sugesti yang akan dilakukan (di sini akan terlihat kreativitas seorang hipnotis melakukan induksi), cara mengatur design panggung, termasuk perlengkapan-perlengkapan yang akan digunakan. Penonton yang melihatnya akan terpukau dan langsung beranggapan bahwa seorang hipnotis tersebut memiliki kemampuan magis yang luar biasa. Selain pertunjukan hipnosis, dalam praktek hipnoterapi juga diperlukan sebuah kreativitas. Setiap klien akan datang kepada kita dengan membawa permasalahan-permasalahannya. Saat melakukan sesi interview (pre-induction), seorang hipnoterapis harus bisa dengan cepat memikirkan bagaimana menggali akar permasalahan dengan tepat dan merencakan strategi hipnoterapi termasuk induksi dan teknik terapi yang akan digunakan. Kreativitas ini sebenarnya bisa dilatih asalkan kita secara konsisten mau berlatih kemampuan hipnosis yang kita miliki.

4. Selfish (Egois)
Meminjam istilah NLP ,"Map is not territory" atau Peta bukanlah wilayah menjadi sebuah hal yang menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah hipnosis khususnya hipnoterapi akan semakin tinggi apabila seorang hipnotis mampu melihat permasalahan dari map klien dan menemukan teritori sebenarnya. Untuk mudahnya seperti ini, Bayangkan, sekarang anda sedang berpergian ke Kota Medan dengan Menggunakan Peta Kota Medan Tahun 1990. Hal Pertama yang ingin anda lakukan adalah pergi ke kebun binatang di kota Medan. Di dalam Peta Medan Tahun 1990 tersebut ditunjukkan bahwa Kebun Binatang terletak di Jalan Brigjen Katamso. Sesampainya di Jalan Brigjen Katamso, Kebun Binatang ini tidak ada. Anda bersikeras bahwa Kebun Binatang berada di Jl. Brigjen Katamso berdasarkan "Map" atau Peta yang anda miliki. Padahal kenyataannya Kebun Binatang Kota Medan telah pindah ke Simalingkar B (Territori). Karena menggunakan Peta Tahun 1990 otomatis tidak akan sama dengan Peta Tahun 2013 dan Peta Tahun 2013 pun bisa jadi belum tentu menggambarkan Teritori sesungguhnya. Seperti itulah yang dimaksud dengan "Map" tidak sama dengan "teritori". Setiap orang memiliki persepsi (Map) yang berbeda-beda terhadap suatu hal (Teritori). Bayangkan jika anda sebagai terapis atau hipnotis menggunakan map tahun 1990 padahal klien anda menggunakan map tahun 2013, apa yang akan terjadi? tentu saja akan terdapat ketidak-sepahaman, yang paling parah adalah saat seorang hipnotis bersikeras bahwa yang benar adalah Map Hipnotis tersebut. Dalam Materi Pelatihan yang saya adakan, kita akan diajarkan bagaimana cara untuk menemukan map seorang klien dan mencari tahu teritori yang sebenarnya seperti apa.

Anda telah mempelajari 4 hal tersebut di atas, memiliki kemampuan di atas bukan sekedar diperoleh dengan membaca atau memahaminya, tetapi senantiasa mempraktekkannya setiap hari. Semakin cepat anda mempraktekkannya, maka semakin cepat juga kemampuan anda menjadi seorang hipnotis meningkat.

Selamat Mencoba!

Rezky Daniel
- International Certified Hypnotherapist
- Founder Smart Hypnotist Center

Ingin Mengundang Beliau ke Instansi Anda? ataupun ingin mendapatkan Informasi Jadwal Pelatihan Hipnoterapi, NLP dan Coaching bersama Beliau? Silakan Hubungi: 0812-8446-0494 atau 0896-7370-0228
Ingin Mengundang Beliau ke Instansi Anda? ataupun ingin mendapatkan Informasi Jadwal Pelatihan Hipnoterapi, NLP dan Coaching bersama Beliau? Silakan Hubungi Sekarang Juga: 0812-8446-0494 atau 0896-7370-0228
Via SMS TELP dan Whatsapp

Anda Menyukai artikel ini? Bagikan melalui :

Facebook Google+ Twitter
Join US